Sabtu, 12 November 2022

Bible Study dan Aplikasi dari Kitab Filipi 1

Belajar dari Filipi 1

Filipi 1:3 (TB) Mengucap Syukur untuk Setiap Orang Dalam Kehidupan Kita

Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu.

Apakah yang ada dipikiran kita ketika kita mengingat seseorang? Perasaan senang dan mungkin akan sedikit tertawa karena kita mengenang hal-hal indah luar biasa yang dilakukan bersama. Tetapi mungkin aja akan menjadi sedih bahkan marah bila yang teringat adalah seseorang yang telah mengecewakan atau melukai hati kita.

Tetapi Paulus berkata bahwa ia mengucap syukur kepada Allah setiap kali ia mengingat orang-orang yang dimuridkan di Filipi. Mungkin juga tidak semuanya murid-murid yang baik dan menyenangkan, tetapi apapun keadaannya, Paulus mengucap syukur kepada Allah akan keberadaan mereka. Apakah kita juga bisa selalu mengucap syukur ketika kita mengingat suami/istri, anak-anak, rekan kerja, rekan pelayanan, atu siapapun orang-orang yang ada dalam kehidupan kita? Mari kita mulai!

Filipi 1:4 (TB) Berdoa untuk Setiap Orang Dalam Kehidupan Kita

Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita.

Kepada jemaat dan para orang percaya yang dimuridkan di Filipi, Paulus mengatakan bahwa ia berdoa bagi mereka dengan sukacita. Paulus memberikan teladan bagi kita bahwa sebagai hamba-hamba Tuhan, sebagai pelayan dan bahkan sekalipun kita tidak ada pelayanan di dalam gereja, kita seharusnya berdoa bagi orang lain, khususnya orang-orang yang ada disekitar kehidupan kita.

Bukankah sungguh luar biasa bila saya mendoakan saudara dan saudara juga mendoakan saya. Hamba Tuhan dan para pelayan  mendoakan jemaat dan jemaat juga mendoakan hamba Tuhan dan para pelayan, pada akhirnya semua saling mendoakan. Dan kita semua berdoa dengan sukacita, bukan dengan keterpaksaan yang akhirnya membuat kita merasakan itu sebagai beban yang menyiksa. Mari saling mendoakan dengan sukacita.

Filipi 1:5 (TB)  Bersekutu dalam Persekutuan Orang Percaya

Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini.

Paulus menunjukkan apresiasinya kepada jemaat Tuhan di Filipi akan persekutuan mereka dalam Berita Injil dengan bersyukur kepada Tuhan akan persekutuan itu. Ini mengingatkan kita orang percaya agar kita juga membangun persekutuan yang kuat khususnya dalam Berita Injil.

Pandemi yang melanda dunia telah mengubah persekutuan orang percaya menjadi online (dalam jaringan teknologi internet) namun itu bukanlah model persekutuan yang orisinil dari Tuhan. Kita harus kembali kepada persekutuan yang orisinil, yaitu berkumpul secara langsung baik itu di gereja maupun perkumpulan lainnya dengan sesama orang percaya.

Filipi 1:6 (TB)  Tuhan Menyertai untuk Menyelesaikan

Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.

Paulus mengingatkan dan menguatkan jemaat Tuhan di Filipi bahwa Tuhan lah yang telah memulai segala pekerjaan yang baik dalam di antara mereka dan Tuhan setia sampai ada akhirnya, mereka tidak akan pernah ditinggalkan Tuhan sendiri atau mengerjakan segala pekerjaan yang baik itu sendiri.

Apakah pekerjaan baik yang sedang dikerjakan Tuhan dalam hidup kita? Keluarga kita? Gereja kita? Bangsa kita? Tentunya ada banyak pekerjaan baik yang dikerjakannya dan kiranya kita menjadi dikuatkan dalam iman bahwa dalam mengerjakan semua pekerjaan baik itu, kita tidak akan pernah mengerjakannya sendirian. Kecuali kita sendiri yang tidak melibatkan Tuhan dengan tidak berdoa untuk penyertaan dan pertolongan-Nya.

Filipi 1:9-10 (TB)  Sampaikan dan Terima Pengajaran Yang Benar

(9) Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, (10) sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus,

Paulus mendoakan agar jemaat Tuhan di Filipi terus bertumbuh dalam kasih, pengetahuan yang benar dan segala macam pengertian sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan yang sejati agar umat Tuhan dapat membuat pilihan yang benar setiap hari dan hidup suci menjelang hari Kristus.

Ini juga mengingatkan kita semua agar selalu merindukan pengetahuan akan kebenaran yang sejati, melalui Firman Tuhan dan kotbah-kotbah yang mengajarkan kebenaran sejati dan bukan hanya sekedar enak didengar tetapi menuntut kita semua pada pertumbuhan rohani yang kuat.

0 komentar:

Posting Komentar

Ps Riyan Siburian, S.Pd., M.Th.. Diberdayakan oleh Blogger.