Rabu, 02 November 2022

Ini Musuhnya Yang Harus Dikalahkan Agar Hidup Dalam Kemakmuran

Bagaimana Kita Diberkati Secara Finansial 

Bekerja itu Bukan Kutuk Akibat Dosa, Melainkan Mandat Tuhan. 

Kejadian 2:15 (TB)

TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.

Apakah ada yang mengganggap bahwa bekerja adalah sebuah kutukan karena dosa? Tentu saja tidak. Perintah Tuhan untuk manusia bekerja telah diberikan di Taman Eden bahkan sebelum Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa. Mereka ditempatkan untuk mengusahakan dan memelihara taman,

versi NIV (New International Version lebih jelas mengatakan to work (untuk bekerja) “The Lord God took the man and put him in the Garden of Eden to work it and take care of it. Gen 2:15 (NIV)

Sebab itu, bekerja adalah mandat sejak awal bagi manusia dan dengan demikian tidak ada ruang bagi manusia untuk membuat alasan agar tidak perlu bekerja, karena bekerja bukanlah karena kutuk akibat dosa melainkan mandat yang diberikan Tuhan sejak manusia belum jatuh ke dalam dosa. Yang masih lebih suka bangun telat sehingga terlambat untuk bekerja atau bekerja seadaanya dan tidak memberikan yang terbaik; ingatlah kita sedang melakukan mandat dari Tuhan.

Lukas 5:5 (TB) KERJA KERAS, JANGAN MALAS

Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."

Simon yang kemudian disebut Petrus adalah seorang penjala ikan yang rajin bekerja. Ia bekerja keras bahkan sepanjang malam. Sekalipun tampaknya tidak ada hasil yang memuaskan (Kemudian berkat Yesus, ia mendapatkan hasil yang besar), Simon tidak menjadikannya alasannya untuk akhirnya berhenti mengerjakannya, ia tetap bekerja mencari ikan sekalipun sampai sepanjang malam tanpa hasil.


Simon ini memberikan teladan bagi kita bagaimana kita seharusnya melakukan pekerjaan yang telah dipercayakan Tuhan kepada kita. Sekalipun mungkin penjualan kita belum berhasil, jangan berhenti, tetaplah kerjakan. Sekalipun project kita belum juga menghasilkan, tetaplah kerjakan. Seperti Simon yang tetap bekerja sepanjang malam sekalipun masih tanpa hasil, kita juga tidak memberikan kesempatan kepada diri kita untuk akhirnya tidak bekerja dan hanya bermalas-malasan.

Amsal 10:22 (TB)  Berkat TUHANlah yang menjadikan kaya

Berkat TUHANlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya. 

Banyak orang bekerja keras demi mencapai kekayaan. Namun ada juga yang mengejarnya sedemikian rupa sehingga meninggalkan Tuhan dan tidak ada waktu untuk beribadah. 

Versi KJV dari ayat ini berkata: "Proverbs 10:22 (KJV)  The blessing of the LORD, it maketh rich, and he addeth no sorrow with it.

He addedth no sorrow, artinya tidak ditambahkan penderitaan. Bila kita mengandalkan Tuhan, Dia memberkati kita dengan kekayaan tanpa ada "penderitaan" seperti demi kekayaan berusaha keras hingga tidak ada waktu buat Tuhan atau demi kekayaan rela mempersembahkan tumbal kepada kuasa kegelapan.

Pengkhotbah 10:18 (TB)  Malas Musuh Utama Berkat Finansial

Oleh karena kemalasan runtuhlah atap, dan oleh karena kelambanan tangan bocorlah rumah.

Tentunya tidak ada yang inginkan kehidupan yang miskin dan serba kekuarangan secara finansial. Sekalipun sebagai orang percaya kita tidak mengejar kekayaan sehingga meninggalkan Tuhan atau berusaha mendapatkannya melalui kuasa kegelapan yang justru akan mendatangkan penderitaan, bukan berarti kita hanya perlu berdoa dan menantikan Tuhan mencukupkan kebutuhan finansial kita.

Alkitab, khususnya kitab Pengkhotbah ini, mengingatkan kita bahwa kemalasan justru akan menghancurkan kehidupan rumah tangga kita (runtuhlah atap, bocorlah rumah). Jika kita selama ini malas untuk bekerja atau berusaha, kita harus mulai bangkit dan menjadi rajin karena Amsal 10:4 juga mengatakan “Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya.”

0 komentar:

Posting Komentar

Ps Riyan Siburian, S.Pd., M.Th.. Diberdayakan oleh Blogger.