Senin, 09 Januari 2023

Perkataan yang Menjadi Berkat

Perkataan yang Menjadi Berkat

1 Petrus 3:(8) Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati, (9) dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat. Sebab: (10) Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya (11) Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya. terhadap ucapan-ucapan yang menipu. (12) Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat."

Untuk memiliki perkataan yang dapat menjadi berkat bagi orang lain, maka perlu serius untuk menjaga lidah. Menjaga lidah terhadap yang jahat, tidak membalas caci maki dengan caci maki, dan ucapan-ucapan yang menipu, Setiap orang percaya hendaknya mengontrol lidahnya agar tidak mengeluarkan perkataan-perkataan yang mendatangkan syak bagi orang lain. Orang yang mampu menjaga lidahnya terhadap yang jahat akan memperoleh kehidupan dan akan melihat hari-hari baik. Orang yang menjaga lidahnya dengan baik tidak hanya menjadi berkat bagi orang lain, tetapi ia juga akan menikmati berkat Tuhan dalam hidupnya.

1 Tim 3:(8) Demikian juga diaken-diaken haruslah orang terhormat, jangan bercabang lidah, jangan penggemar anggur, jangan serakah, (9) melainkan orang yang memelihara rahasia iman dalam hati nurani yang suci. (10) Mereka juga harus diuji dahulu, baru ditetapkan dalam pelayanan itu setelah ternyata mereka tak bercacat. (11) Demikian pula isteri-isteri hendaklah orang terhormat, jangan pemfitnah, hendaklah dapat menahan diri dan dapat dipercayai dalam segala hal. (12) Diaken haruslah suami dari satu isteri dan mengurus anak-anaknya dan keluarganya dengan baik. (13) Karena mereka yang melayani dengan baik beroleh kedudukan yang baik sehingga dalam iman kepada Kristus Yesus mereka dapat bersaksi dengan leluasa.

Bercabang lidah merupakan istilah yang menyatakan tidak dapat dipercaya kata-katanya karena sebentar-sebentar berubah. Selain itu orang yang bercabang lidah berbeda antara apa yang diucapkan dengan apa yang ada di hati. Orang yang bercabang lidah perkataannya tidak akan menjadi berkat, dan juga dapat menghilangkan kepercayaan orang lain terhadap dirinya.

Gosip merupakan hal yang sering dianggap biasa. Tahukah saudara bahwa bergosip merupakan bentu mengucapkan saksi dusta (Kel 20:16) yang hukumnya adalah dosa. Tidak ada dosa ringan atau berat, dosa adalah dosa. Dan dosa membawa kita dalam kebinasaan. Maka dari itu jagalah hati dan perkataan kita agar tidak terpengaruh oleh gosip dan tidak memperkatakan gosip. Pemazmur mengatakan (Maz 141:3) “awasilah mulutku, ya Tuhan, berjagalah pada pintu bibirku” hal ini menunjukan betapa berbahayanya jikalau kita tidak dapat menjaga mulut kita. Gosip merupakan salah satu bentuk penghakiman kepada orang lain. Oleh sebab itu dalam Matius 7:1-5 Yesus menasehatkan bahkan menegur dengan keras agar supaya kita tidak mudah menghakimi orang lain dan segeralah menyadari bahwa keadaan kita yang tidak lebih baik dari orang lain.

Salah satu ciri murid Kristus adalah ia memiliki perkataan yang dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Yesaya 50:4 menggambarkan tentang lidah seorang murid, yaitu orang yang perkataannya memberikan semangat, harapan, kekuatan kepada yang letih lesu, penghiburan bahkan  mendatangkan sukacita kepada setiap orang. Lidah seorang murid akan selalu memperkatakan dan menyatakan Firman kepada siapapun tanpa takut dan gentar.

Perkataan yang membangun akan menjadi berkat bagi orang lain. Kata-kata pengharapan, kata-kata pengajaran dan nasihat merupakan ciri perkataan yang membangun. Dan kata-kata yang membangun itu haruslah bersumber dan berdasarkan pada Firman Tuhan. Semua orang tidak suka kata-kata yang menjatuhkan dan melemahkan. Perkataan yang membangun sangat dibutuhkan saat hidup menghadapi pergumulan, saat hilang pengharapan, saat ada dalam tekanan. Tuhan menghendaki setiap orang percaya selalu menyampaikan perkataan yang membangun saat berkomunikasi dengan orang lain. Perkataan yang membangun akan membangkitkan semangat yang patah

Alkitab mengatakan perkataan yang pedas membangkitkan amarah. Perkataan pedas akan menyakitkan hati orang yang mendengarnya, sehingga dapat menimbulkan amarah dan pertengkaran. Kata-kata pedas seperti kata makian, hinaan, celaan, cacian, umpatan, dan lainnya. Perkataan pedas tidak pantas dan tidak layak keluar dari mulut seorang anak Tuhan. Seorang anak Tuhan hendaknya tidak boleh mengeluarkan perkataan yang pedas. Tuhan menghendaki kita selalu menggunakan perkataan yang baik dan yang manis didengar orang lain. Sehingga perkataan kita dapat memberkati dan membangun orang lain.

Bagaimana Kalau Dikasih Mobil Mercedes Tapi Harus Kasih Ke Orang Lain?


0 komentar:

Posting Komentar

Ps Riyan Siburian, S.Pd., M.Th.. Diberdayakan oleh Blogger.