Jumat, 10 Maret 2023

Ketika Orang Melupakan Kebaikan Kita

Kejadian 40:23 "Tetapi Yusuf tidaklah diingat oleh kepala juru minuman itu, melainkan dilupakannya."

Sebagai orang Kristen, kita diajarkan untuk mengasihi sesama dan memberikan kebaikan kepada orang di sekitar kita. Namun, tidak selalu semua orang akan membalas kebaikan kita dengan baik. Kadangkala, ada orang yang justru melupakan kebaikan yang pernah kita berikan padanya.

Tentunya, hal ini bisa membuat kita merasa kecewa, sakit hati, atau bahkan marah. Namun, sebagai orang Kristen, kita harus mengingat ajaran Tuhan tentang mengampuni dan mengasihi sesama, bahkan ketika mereka berbuat salah kepada kita.

Kitab Matius 5:44 mengatakan, "Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu."

Kita harus memahami bahwa sebagai manusia, kita semua memiliki kelemahan dan kesalahan. Mungkin saja orang yang melupakan kebaikan kita sedang melalui masa sulit atau memiliki masalah dalam hidupnya yang membuatnya tidak mampu mengingat semua kebaikan yang pernah kita berikan padanya.

Oleh karena itu, sebagai orang Kristen, kita harus belajar untuk memaafkan dan memilih untuk terus memberikan kebaikan tanpa mengharapkan balasan yang sama dari orang lain. Kita harus mengikuti teladan Yesus Kristus yang selalu memberikan kasih sayang dan pengampunan kepada orang yang berdosa.

Selain itu, kita juga harus memperhatikan bahwa Tuhan sendiri selalu mengingat dan menghargai setiap kebaikan yang kita lakukan, bahkan jika orang lain tidak mengingatnya. Jadi, janganlah kita kecewa jika orang lain melupakan kebaikan kita, tetapi ingatlah bahwa Tuhan melihat dan menghargai semua kebaikan yang kita lakukan.

Dalam hal ini, kita harus memilih untuk mengandalkan kuasa Tuhan dan meminta-Nya untuk membantu kita untuk memaafkan dan melupakan kekecewaan kita. Kita juga harus mengajukan doa untuk orang yang telah melupakan kebaikan kita, sehingga mereka dapat memperoleh kemampuan untuk menghargai dan membalas kebaikan di masa depan.

Kita juga harus menghindari perasaan dendam atau keserakahan dalam hati kita, karena hal ini dapat merusak hubungan kita dengan Tuhan dan juga dengan sesama. Sebagai ganti itu, kita harus berusaha untuk menjadi teladan yang baik dengan terus memberikan kebaikan dan kasih sayang kepada orang lain, seperti yang telah diajarkan oleh Yesus Kristus.

Selain itu, kita juga harus mengambil pelajaran dari pengalaman ini. Kita dapat mengevaluasi cara kita memberikan kebaikan kepada orang lain, dan mencari cara yang lebih efektif dan lebih bermanfaat untuk membantu mereka di masa depan. Kita juga dapat memperkuat hubungan kita dengan Tuhan melalui doa dan membaca Alkitab, sehingga kita dapat memiliki kemampuan untuk memaafkan dan memberikan kasih sayang kepada orang lain dalam situasi yang sulit.

Sebagai orang Kristen, kita harus memperlihatkan teladan kasih dan pengampunan yang dipraktikkan oleh Yesus Kristus. Kita harus terus berusaha untuk memberikan kebaikan dan kasih sayang kepada orang lain, tanpa mengharapkan balasan yang sama dari mereka. Kita juga harus belajar untuk memaafkan dan menghindari perasaan dendam atau keserakahan dalam hati kita, serta mengambil pelajaran dari pengalaman ini untuk menjadi lebih baik di masa depan. Dengan cara ini, kita dapat hidup dengan damai dan memberikan kesaksian yang kuat tentang iman kita kepada orang lain.

Sebagai orang Kristen, kita harus mengikuti ajaran Tuhan dalam mengampuni dan mengasihi sesama, bahkan ketika mereka melupakan kebaikan yang kita berikan. Ingatlah bahwa Tuhan selalu menghargai setiap kebaikan yang kita lakukan, jadi janganlah kecewa jika orang lain tidak mengingatnya. Arahkan hati kita untuk memaafkan, mendoakan, dan memberikan kebaikan tanpa mengharapkan balasan yang sama dari orang lain.

0 komentar:

Posting Komentar

Ps Riyan Siburian, S.Pd., M.Th.. Diberdayakan oleh Blogger.