Senin, 17 Oktober 2022

Anak Yang Hilang Si Bungsu dan Si Sulung

Anak Yang Hilang Si Bungsu dan Si Sulung

Dari Kisah Anak Yang Hilang (Prodigal Son), kita dapat menarik beberapa pelajara penting

Lukas 15:14 (TB)  

Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan ia pun mulai melarat.

Sibungsu dalam perumpaan anak yang hilang itu, mengalami kesendirian setelah semua hartanya habis berfoya-foya dengan teman-temanya. Saat ia memiliki harta, teman-temannya bersamanya tetapi setelah habis, mereka semua meninggalkannya.

Sebagai keluarga, kita tetap berdiri menopang satu sama lain, sekalipun anggota keluarga kita telah berbuat kesalahan yang bahkan merugikan keluarga kita. Pada akhirnya, orang-orang akan meninggalkan tetapi hanya keluarga yang tetap harus berdiri bersama.

Lukas 15:16 (TB)  

Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorang pun yang memberikannya kepadanya.

Setiap orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anak-anaknya. Kita pasti akan berusaha agar anak-anak kita tidak mengalami kesusahan dan penderitaan.

Tetapi kesusahan dan penderitaan yang dialami anak dalam perumpaan anak yang hilang ini, justru membuatnya sadar dan mengalami titik balik perubahan dalam hidupnya. Kiranya kasih Tuhan lebih dari cukup agar anak-anak kita mengalami titik balik dalam hidupnya, tanpa harus mengalami kesusahan atau penderitaan.

Lukas 15:20 (TB)  

Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.

Sebagai orang tua, kita ingin anak-anak kita membuat keputusan yang benar dalam hidupnya. Tetapi pada kenyataannya, anak-anak kita bisa saja membuat keputusan yang salah dan menghancurkan hidupnya sendiri.

Anak yang hilang ini berbuat kesalahan dalam hidupnya namun menyadarinya dan pada akhirnya kembali kepada bapanya. Seperti bapanya yang tetap berlari menyambut anaknya itu kembali, demikianlah kita juga tetap  tangan terbuka dan penuh kasih menyambut anak kita kembali

Lukas 15:30 (TB)

Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.

Si bungsu telah membuat keputusan yang salah dan menghancurkan hidupnya sendiri sehingga turun ke level paling bawah hidupnya bahwa ampas babi pun tidak diberikan kepadanya. Namun ia telah kembali kepada keluarganya, kepada bapa dan saudaranya yang sulung.

Namun si sulung yang sebenarnya tahu seperti apa kehidupan adiknya si bungsu, memilih membiarkan adiknya itu jatuh semakin dalam dan tidak berusaha untuk mencoba menolong dan mengangkat hidupnya kembali. Bahkan menjadi marah ketika adiknya itu kembali. Sebagai saudara, adik-kakak, biarlah kasih Tuhan memenuhi hati kita sehingga kita peduli dan tetap menerima dan mengasihi adik/kakak kita. 

Lukas 15:32 (TB)  

Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali."

Sebagai orang tua, kita pasti mengharapkan anak-anak kita berhasil dalam seluruh aspek kehidupannya. Seorang bapa dalam perumpamaan ini, menunjukkan kerinduan hatinya yang terdalam yaitu keselamatan si bungsu.

Sukacita dan kegembiraan terbesar adalah melihat anak-anak kita yang terhilang dalam dosa di dapat kembali dalam Kristus, keselamatan kekalnya. Maka dari semua doa yang harus dinaikkan orang tua, doa bagi keselamatan anak-anak adalah prioritas utama kita.



0 komentar:

Posting Komentar

Ps Riyan Siburian, S.Pd., M.Th.. Diberdayakan oleh Blogger.